Sabtu, Juni 22, 2024
spot_img

PUKAT Duga Pemilik Usaha di Bandang III Ada Kongkalikong, Hingga 10 Tahun Lebih Dialihfungsikan Toko Jadi Gudang

MAKASSAR / JEJAK KASUS NEWS.ID – Direktur Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi Sulawesi Selatan (PUKAT Sulsel) Farid Mamma ikut menyoroti Toko yang terletak di Jalan Bandang III, Kelurahan Paranglayang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar yang diduga dialih fungsikan oleh Pemiliknya menjadi gudang.

“Patut diduga ada main mata atau kongkalikong antara pemilik usaha dan Pihak Kelurahan serta Kecamatan karena terkesan tutup mata ke pengusaha yang bandel dan langgar Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar, jika memang dugaan tersebut memang benar harusnya dari awal tempat tersebut sudah dilarang beraktivitas karena pak Lurah sudah mengetahui bahwa ijin usaha dimilikinya iyalah Toko eceran bahan bangunan dan bukan gudang” tegasnya saat dimintai tanggapan melalui via telfond whatsaap, Senin (12/06/2023)

Lowyer senior dan ternama di Sulsel itu juga menagi janji Disperindag dan Sekcam Bontoala yang beberapa hari lalu mengatakan untuk turun sidak di toko yang diduga dialihfungsikan menjadi gudang

“Menjanji teman media itu sama halnya mempertaruhkan instansi atau jabatan yang anda jalani, jangan buat nama instansi tercoreng dengan hal yang sepeleh lantaran janji yang anda katakan kepada teman media” tegas Farid

Menurut dia, dialihfungsikan suatu tempat usaha tersebut bisa mempengaruhi Pendapatan Aset Daerah (PAD) Kota Makassar.

“Saya berharap ketegasan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar harus diperlihatkan, agar tidak menjadi contoh kepada pengusaha lainnya, karena dari hasil investigasi teman media pemilik toko tersebut mengatakan tempat ini hanya tempat penyimpanan sementara, kemudian pak Lurah Paranglayang lakukan sidak mengatakan izin usaha miliknya Toko eceran bahan bangunan, berarti pemilik toko tersebut betul mengalihfungsikan tempat usahanya, ditambah lagi dilokasi tersebut tidak ada toko yang ada gudang” jelasnya

Beberapa hari lalu pihak Kecamatan Bontoala melalui sekertaris Putra mengatakan kepada awak media bahwa dulunya memang gudang semenjak wali kota Makassar mengeluarkan peraturan tentang pelarangan gudang dalam kota tempat tersebut pindah di Pergudangan Parangloe.

“Dulunya gudang pak tapi setelah dilarang ada gudang akhirnya dia pindahkan gudangnya di kawasan pergudangan parangloe” jelasnya melalui via pesan singkat whatsapp, Kamis (08/06/2023)

Setelah dipindahkan gudang miliknya di Pattene, maka tempat yang sekaran Difungsikan menjadi toko jual eceran bahan bangunan sesuai ijin yang dimilikinya saat ini.

“Sekarang jadi toko eceran pak tapi tidak disitu, harusnya dia buka toko didepan gudangnya” terang Putra

Putra mengatakan kepada awak media, dirinya tidak bisa terlalu banyak berkomentar.

“Nanti saya kesana dulu Pak karena saya juga tidak bisa banyak berkomentar kalau saya tidak kesana” tutup Sekcam

Senada dengan pihak Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar akan turun sidak ketempat yang diduga Toko dialihfungsikan menjadi gudang melalui Kepala Bidang (Kabid) Usaha dan Perdagangan Aryanto terkait tempat usaha Toko eceran bahan bangunan yang diduga dialihfungsikan menjadi gudang, mengatakan saat ini belum ada informasi dari pihak Kelurahan Paranglayang

“Pihak Kelurahan belum kordinasi dengan kantor Dinda sampai saat ini, tetapi kami akan segera menurunkan tim Teknis terkait informasi ini setelah saya dari luar Kota ya” ujarnya melalui via telfond whatsaap, Kamis (09/06/2023)

Sementara pengakuan pemilik tempat usaha kepada awak media bahwa tempatnya hanya tempat transit atau tempat penyimpanan sementara.

“kami bukan gudang pak hanya tempat persinggahan, kemarin sudah dicek sama pak Lurah” ujarnya, Kasbianto Sofian melalui via pesan singkat

Dipertanyakan ijin tempat barang sementara sesuai dengan pengakuannya sendiri

“saya kan ada izin pak, sudah diperlihatkan ke pak Lurah, dan ini juga usaha sudah lama baru kali ini saya dipersulit” terang Kasbianto

Kemudian Pak Lurah Paranglayang, mengatakan kepada awak media bahwa ijin dari Dinas terkait lengkap ijin usaha dimilikinya sebagai Toko Eceran saat melakukan sidak.

“Sesuai dengan isin usaha toko pengecer material bahan bangunan dan tidak ada usaha pembuatan naff seperti dimaksud” jelasnya Hermanto Ibrahim, melalui via pesan singkat whatsapp, Rabu (07/06/2023)

Dan dirinya juga mengatakan bahwa tempat tersebut cuman di tampung sementara sebelum diantar langsung ke konsumen karena gudangnya ada di jalan Toll, begitu pengakuan pemilik usaha, dan akan berkordinasi ke Disperindag.

“Iye nanti saya kordinasi lagi dengan Dinas Perdagangan terkait hal ini, karna izinnya disana yang keluarkan, apa pertimbagan dinas perdagangan keluarkan izin dengan kondisi bangunan seperti itu” jelasnya Hermanto.

Lp ; (RM) / P R M G I

JEJAK TERKAIT

JEJAK TERBARU

JEJAK TRANDING

JANGAN LEWATKAN

All