Selasa, Juni 25, 2024
spot_img

Owner Penginapan Bali Diduga Lakukan Praktek Prostitusi, PRMGI Segel dan Laporkan

MAKASSAR / JEJAK KASUS NEWS.ID – Pihak Kelurahan Pattunuang berjanji akan menindak tegas kepada pelaku usaha yang tidak koperatif, salah satunya, owner Penginapan Bali yang terletak di Jalan Lombok, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, yang diduga tak miliki ijin dari Dinas dan dijadikan tempat prostitusi oleh konsumennya.

Dikonfirmasi Lukman selaku Lurah Pattunuang yang dikonfrimasi mengatakan untuk saat ini Owner Penginapan Bali belum menghadiri surat pemanggilan (SP) yang dilayangkan.

“Belum ada jawaban hingga saati ini, saya sudah mencoba telfond dan melayangkan pasan singka melalui via aplikasi Whatsaap namun tidak direspond sama sekali,” jelasnya, Sabtu, (03/06/2023) melalui via pesas Whatsapp

Dirinya juga mengaku pada saat melakukan sidak, penjaga penginapan Bali tidak mampu perlihatkan ijin yang dimilikinya.

“persoalannya izin dia miliki, kami tidak tau sedikit pun krn owner yg pegang” ungkapnya  Pak Lurah Pattunuang.

Lebih lanjut, “Kami tetap coba tempuh SOP dulu, surati sampai 3x jika masih di hiraukan, pasti kami tindak tegas sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya Lukman

Hal yang sama diungkapkan oleh Ibu Camat Wajo, Hamna Faisal bahwasanya owner Penginapan Bali tidak merespong sama sekali

“Pak ronald saya kontak belum menjawab” singkatnya melalui via pesan singkat whatsaap, Sabtu (03/06)

Sebelumnya Owner Penginapan Bali, Ronal yang dikonfirmasi melalui via pesan singkat mengatakan kepada awak media, bahwa dirinya hanya sebagai penjual kamar.

“Saya sebagai owner tidak melihat sepet itu, karena kami hanya menjual kamar dan pemilik kamar kami bebaskan mereka, jadi apa yang mereka bikin atau kelakuan mereka di luar tanggung jawabnya kami” jelasnya Ronal, Minggu (28/05/2023)

Ketua Umum PRMGI Iksan Mapparenta menanggapi hal tersebut lantaran pemilik penginapan Bali diduga melakukan pembiaran peraktek Prostitusi dan bisa dijerat Pasal 296 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana selama 1 tahu 4 bulan

“Terhadap mucikari atau orang yang pekerjaannya atau kebiasaannya mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain, orang yang menyewakan rumah, hotel, dan tempat penginapan lainnya untuk kegiatan prostitusi, dan dilakukan sebagai mata pencaharian maka berdasarkan Pasal 296 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, pelaku dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 1 tahun 4 bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 15.000,- yang jika dikonversi menjadi Rp. 15.000.000, Selain itu sanksi bagi mucikari juga diatur dalam Pasal 506 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan sanksi pidana, berupa pidana kurungan selama-lamanya 1 tahun” tegasnya Daeng Tika sapaan akrab, saat diwawancarai, Sabtu (03/06)

Dirinya juga menegaskan kepada owner Penginapan Bali jika tidak koperatif atas surat pemanggilan yang dilayangkan oleh pihak Kelurahan Pattunuang saya akan lakukan tindak tegas sebagai lembaga.

“Kita tunggu perkembangannya jika surat panggilan yang ke 3 kalinya tetap tidak di indahkan, kami akan melaporkan dengan dugaan pembiaran praktek prostitusi atas pernyataan yang dia keluarkan dari mulutnya” tegasnya Daeng Tika

Lp ; (DS) / P R MG I

JEJAK TERKAIT

JEJAK TERBARU

JEJAK TRANDING

JANGAN LEWATKAN

All