Bantaeng – Pemerintah Desa Bonto Salluang di Kecamatan Bissappu, melaksanakan Musyawarah Khusus pada Kamis (31-07-2025).
Sekdes Bonto Salluang, Ahmad kepada Media ini pada Jum’at (01-08-2025) mengatakan bahwa Musyawarah Khusus digelar sebagai bentuk komitmen Pemerintah Desa Bonto Salluang dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan partisipatif.
“Musyawarah khusus itu melibatkan kelompok rentan yaitu perempuan, lansia, anak dan penyandang disabilitas,” kata Sekdes Ahmad.
Dijelaskan oleh Sekdes Ahmad bahwa kegiatan musyawarah khusus itu juga bertujuan untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan spesifik dari kelompok tersebut yang selama ini sering terpinggirkan dalam proses perencanaan pembangunan desa.
Adapun tujuan dari kegiatan Musyawarah Khusus ini, kata Sekdes Ahmad, adalah:
1. Menampung masukan dan aspirasi dari kelompok perempuan, lansia, penyandang disabilitas dan anak-anak.
2. Menyusun skala prioritas kebutuhan kelompok rentan untuk dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026.
3. Memberikan ruang partisipatif bagi kelompok rentan agar suara mereka terdengar dalam perencanaan pembangunan.
Sekdes Ahmad juga mengatakan bahwa saat Kades Bonto Salluang memberikan sambutan di Musyawarah Khusus itu, Pak Marsuki S.Sos, menyampaikan: “Musyawarah khusus yang kita laksanakan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Pemerintah Desa Bonto Salluang untuk membangun desa yang inklusif, adil dan partisipatif”.
“Selama ini, kelompok perempuan, lansia, penyandang disabilitas dan anak seringkali tidak mendapatkan ruang yang cukup dalam proses pengambilan keputusan di Desa. Maka dari itu, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa seluruh unsur masyarakat, termasuk kelompok rentan, dapat menyampaikan aspirasinya dan dilibatkan secara aktif dalam perencanaan pembangunan di Desa, khususnya di Desa kita tercinta, Desa Bonto Salluang,” kata Kades Marsuki.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan keikutsertaan semua peserta dalam menyampaikan kebutuhan serta usulan dan banyak masukan yang sangat relevan dan akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan RKPDes tahun depan,” ucap Kades Bonto Salluang.
“Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil musyawarah ini secara nyata dan memastikan bahwa pembangunan desa kedepan, tidak hanya mengutamakan infrastruktur, tetapi juga kualitas hidup dan kesejahteraan seluruh warga Desa Bonto Salluang tanpa terkecuali,” tegas Kades yang dikenal dengan slogan Kacamatayya.
“Kami juga berharap, Musyawarah Khusus ini tidak sekedar menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi forum rutin tahunan yang mampu memperkuat keterlibatan kelompok perempuan, lansia, anak dan penyandang disabilitas dalam pemerintahan desa. Karena bagi kami, membangun desa, berarti membangun semua warganya, tanpa ada yang tertinggal,” kata Kades Marsuki.
Saat Kades Bonto Salluang menutup sambutan, kata Sekdes Ahmad, Pak Marsuki menyampaikan ke peserta Musyawarah Khusus bahwa semua usulan akan dicatat dan ditindaklanjuti dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa berikutnya dan akan diprioritaskan sesuai dengan kemampuan anggaran desa.
“Semoga musyawarah khusus ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun desa inklusif, dimana seluruh warga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat pembangunan,” kata Kades Bonto Salluang yang diteruskan oleh Sekdes Ahmad.
Adapun Peserta yang hadir pada kegiatan Musyawarah Khusus di Desa Bonto Salluang:
1. Kepala Desa dan Sekretaris Desa serta Perangkat Desa lainnya.
2. Perwakilan dari Camat Bissappu.
3. Pendamping Desa.
4. Ketua BPD dan anggota.
5. Babinsa.
6. Bhabinkamtibmas.
7. Perwakilan perempuan dari setiap Dusun.
8. Perwakilan lansia yang aktif dalam kegiatan sosial desa.
9. Penyandang disabilitas dan pendampingnya.
10. Anak-anak pelajar tingkat SD dan SMP.
*(Sekertaris Desa Bonto Salluang).