Sabtu, Juni 22, 2024
spot_img

Ketua Garis Indonesia Mengecam Tindakan Represif Dari Aparat Polisi Terhadap Massa Aksi Didepan PLN Sulselrabar

Jejakkasusnews.idMakassar. Ketua Garis Indonesia angkat bicara dalam aksi unjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa menggugat didepan Kantor Induk PLN SULSELRABAR terkait ketidakbecusan pihak PLN selaku penyedia listrik pada masyarakat. Selasa, (5/12/23) sekitar pukul 14:30 Wita.

Insiden yang dialami oleh salah satu kader dari Garis Indonesia, kata Andry Jusliandi kepasa media ini adalah : Adanya tindakan kekerasan fisik dari aparat kepolisian dan juga satpam PLN saat hendak mencoba memaksa masuk untuk menemui GM PT PLN (Persero) Sulserabar, adalah buntut dari kekecewaan massa aksi yang mana pihak PLN Sulselrabar enggan menemui massa aksi untuk memberikan klarifikasi terkait kompensasi yang dianggap tidak adil dan tidak sesuai dengan Permen ESDM Nomor 18 Tahun 2019.

Andry Jusliandi

Ketua Umum Garis Indonesia Andry Jusliandi sangat menyangkan dengan adanya tindakan premanisme dan penangkapan paksa yang dilakukan oleh oknum kepolisian dan pihak keamanan PLN Sulserabar terhadap kader Garis Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Menggugat.

“Harusnya pihak kepolisian hadir sebagai pengayom, pelindung dan juga sebagai mediator antara pihak PLN dan juga massa aksi agar aspirasi yang di tuntut oleh massa aksi bisa tersampaiakan ke pihak PLN, khususnya kepada GM PT PLN (Persero),” kata Andry.

Ketua Umum Garis Indonesia ini menambahkan bahwa Polisi bukan malah menjadi tameng untuk pihak PLN.

“Tindakan Represif yang dilakukan oleh oknum kepolisian dan juga pihak kemanan PLN Sulserabar, tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Apa lagi yang di perjuangkan teman-teman aliansi adalah untuk kepentingan masyarakat yang terkena dampak pemadaman listrik secara bergilir,” tegas Andry.

“Dengan adanya oknum anggota aparat kepolisian Polrestabes Makassar yang melakukan tindakan penangkapan paksa disertai dengan pemukulan kepada massa aksi yang diamankan secara paksa. Maka dengan ini, kami dari Garis Indonesia sangat menyayangkan tindakan represif yang dillakukan oleh pihak keamanan PLN dan Aparat Kepolisian,” tegas Ketua Garis Indonesia, Andry Jusliandi.(**)

JEJAK TERKAIT

JEJAK TERBARU

JEJAK TRANDING

JANGAN LEWATKAN

All