Minggu, Juli 14, 2024
spot_img

Ketua DPD Partai Nasdem Luwu Utara Putri Dakka Berangkatkan Umrah Muadzin Tuna Netra di Kabupaten Maros

Maros | Jknews.id – Dalam hidup ini tidak sedikit orang yang menganggap dirinya merasa sudah gagal dengan keterbatasan yang dimilikinya. Hal itu didasari oleh rasa putus asa dan hilangnya semangat untuk menjalani hidup dan berbeda dengan seorang muadzin tuna netra di Desa Bonto Matene, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Keterbatasan penglihatan dideritanya, Muhammad Rifai (51) rela menyusuri jalan ke masjid tanpa bantuan orang lain, untuk mengumandangkan adzan di setiap waktu sholat.

Bapak Rifai dengan kesehariannya harus menempuh jarak kurang lebih 300 meter menuju masjid Istiqomah 7, tempat dimana ia kerap mengajak masyarakat sekitar untuk melaksanakan sholat melalui lafaz adzannya.

Aktivitas rutin yang dilakukan oleh Bapak rifai tersebut ternyata sudah dilakukannya sejak 20 tahun silam.

Kebiasaan yang dijalankan selama 20 tahun tersebut, bapak Rifai hanya menggunakan insting tanpa alat bantu ataupun didampingi orang lain menyusuri jalan dari rumahnya menuju ke masjid.

“Setiap mau masuk waktu salat lima waktu, saya diingatkan oleh istri dan segera ke masjid untuk azan. Setiap ke masjid juga saya jalan sendiri karena saya sudah hafal jalannya, ada tiga kali tikungan untuk sampai ke masjid,” jelas Rifai.

Dok. Bapak Rifai sujud syukur setelah dengar ingin diberangkatkan umrah oleh Putri Dakka di maros.

Rifai berkisah kondisi buta yang dialaminya itu sudah terjadi sejak ia berumur 7 tahun, dimana penyakit cacar yang dideritanya berkomplikasi ke saraf matanya. Sehingga harus menderita kebutaan hingga saat ini.

“Ini mungkin nikmat besar yang dikaruniakan Allah kepada saya. Karena saya tidak bisa bekerja saya niatkan untuk bertakwa kepada Allah dengan jalan itu,” kata Rifai.

Semangat hidup dan bermanfaat bagi banyak orang yang dimiliki Bapak Rifai itu ternyata mengetuk hati terdalam pengusaha muda asal Palopo Putri Dakka, yang sempat singgah salat di masjid tempat bapak Rifai beraktivitas.

Hj. Putri Dakka tertegun dan tidak menyangka melihat bapak Rifai melakukan aktifitas seperti orang normal biasanya, saat bergegas membersihkan masjid dan melaksanakan adzan di waktu salat azhar tiba.

“Hati mana yang tidak tersentuh kalau melihat Bapak Rifai ini. Dia dengan keterbatasannya itu ke masjid untuk pergi azan dan menyiapkan masjid tanpa didampingi orang lain,” kata Putri.

Hj. Putri Dakka semakin terenyuh saat mengetahui kondisi ekonomi yang dialami oleh keluarga Bapak Rifai, apalagi bapak Rifai tinggal serumah dengan seorang istri dan dua anak beserta seorang ibu yang sudah tua renta.

“Mungkin inilah yang jalan rezeki seseorang, Putri yang dikenal sebagai sosok yang peka dengan kondisi sosial di sekitarnya itu, tanpa ragu mengajak bapak Rifai untuk melaksanakan ibadah umrah. Ini ganjaran buat pak Rifai yang dengan ikhlas dan tanpa pamrih bisa bermanfaat untuk banyak orang.”jelas putri

Selain itu Hj. Putri Dakka mengatakan bahwa dengan rezeki yang diberikan oleh Allah, saya berniat mengumrahkan bapak Rifai ke Mekkah. Saya langsung telepon travel untuk membawakan koper dan kelengkapan umrah. Insya Allah dalam waktu dekat saya akan berangkat umrah bersama pak Rifai.

Selain itu putri juga memberikan modal usaha kepada istri bapak Rifai untuk bisa digunakan oleh keluarganya,”tutur putri (red).

Lp : MHS | ( PRMGI )

JEJAK TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

JEJAK TERBARU

JEJAK TRANDING

JANGAN LEWATKAN

All