Kamis, Desember 7, 2023
spot_img

Kajari Gowa Acuhkan Dan Tidak Memiliki Rasa Nasionalisme ; Sang Saka Merah Putih Lambang NKRI Berkibar Sobek Di Depan Kantor

GOWA / JEJAK KASUS NEWS.ID – Pada saat awak media meliput aksi mahasiswa demo depan kejaksaan negeri kabupaten gowa. Tak sengaja para awak media melihat lambang negara indonesia bendera Merah Putih berkibar di udara dalam keadaan sobek, Senin 20/02/2023.

Awak Media yang melihat kondisi Salah satu lambang Negara Indonesia yang di kibarkan di depan kantor Kejaksaan Negeri Gowa sangat menyayangkan, dimana sama-sama kita ketahui bahwa seluruh Aparatur Negara yang berkantor di kejaksaan sangatlah paham bagaimana menggunakan serta aturan dalam pemeliharaan Sang Saka Merah Putih ini, Sebagai Lambang Negara Indonesia (NKRI).

Aturan tentang pengibaran bendera telah diatur dan ditetapkan oleh UUD Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, yang didalamnya memuat sejumlah aturan terkait imbauan dan larangan pemasangan atau mengibarkan Bendera Negara Sang Saka Merah Putih dalam keadaan rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam.

Ditempat terpisah Ketua Umum Lembaga Anti Korupsi Nasional (LAKIN) Alamsyah mengatakan bahwa Aturan pemasangan dan pengibaran bendera merah putih yang benar sudah diatur oleh UUD Nomor 24 Tahun 2009. oleh karena itu, Kejaksaan Negeri Gowa telah mencederai dan menyalahi aturan UUD dan dapat di Sanksi pidana terhadap mereka yang melanggar hal tersebut.

Negara ini sedang tidak baik baik saja, ditambah bendera sobek dan kusam dilakukan pembiaran yang dimana notabene ditempat ini (Kantor Kejaksaan Negeri Gowa) dipertaruhkan aturan dan paham akan UUD. Mari timbulkan rasa nasionalisme. Tuturnya”.

“Sanksinya pun jelas telah diatur yang bunyinya Bahwa Barang Siapa Dengan sengaja mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c; Dapat di Pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah),”ungkapnya.

Baca juga :  Tausyiah Malam Pertama Almh Salmah Daeng Intang Istri Tercinta Dir PRMGI Ikhsan Mapparenta Daeng Tika Dan Di Hadiri Para Pimpinan Redaksi Media Online

Selain itu, Alamsyah menambahkan bahwa bagi setiap orang yang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara Pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

“Semestinya Kepala Kejaksaan Negeri Gowa beserta jajarannya sudah paham akan hal itu, serta memperhatikan lambang negara tersebut, Bukan membiarkannya berkibar begitu saja dalam keadaan kusam dan sobek,”tambahnya.

Saat di konfirmasi ke kantor kejaksaan negeri gowa Kajari Bungkam dan hanya dijawab oleh kasi intel kejaksaan Muh.Yusuf mengatakan jangan dulu di naikkan beritanya, kami akan ganti bendera tersebut, tak ada unsur kesengajaan untuk mengibarkan bendera lambang negara dalam keadaan rusak dan kusam. Tutupnya(*).

Lp ; (MH) P R M G I

- Tautan Sponsor -

JEJAK TERKAIT

TAUTAN SPONSOR

JEJAK TERBARU

JEJAK TRANDING

JANGAN LEWATKAN

All