Minggu, Juli 21, 2024
spot_img

FMB Parepare Gelar Konvoi dan Aksi Buang Sial Pasca Berakhirnya Masa Jabatan Walikota TP, Bung Enal: “Kami Bahagia Tanpa Dia”

Jejakkasusnews.idParepare. Dengan berakhirnya masa jabatan Taufan Pawe sebagai Walikota Parepare pertanggal 31 Oktober 2023, sebagian besar warga Parepare sangat gembira dan bereuforia atas selesainya masa tugas Taufan Pawe menahkodai kota berjuluk Kota Cinta Habibie Ainun.

Perihal tersebut terlihat pada aksi yang dilakukan oleh Forum Masyarakat Bahagia Kota Parepare yang diketuai oleh Zainal Azis Mandeng. Selasa, (31/10/2023).

Saat ditemui kontributor media ini disela aksi yang dia dan kawan-kawannya lakukan, Zainal Azis Mandeng mengatakan : “Kami bahagia tanpa dia (TP)”.

Pria yang akrab disapa Bang Enal ini mengatakan : Agenda bahagia kami ini akan melakukan konvoi yang dimulai dari titik kumpul disamping Balai Ainun Habibie di Jalan Pinggir Laut.

“Sebelum kami bergerak melakukan aksi, terlebih dahulu kami menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan orasi serta berdoa bersama,” kata dia.

Bang Enal pun mengurai agenda kegiatannya (rute konvoi) untuk melakukan aksi bersama dengan Forum Masyarakat Bahagia Kota Parepare sebagai berikut :

– Jam 10.00 Wita, kami star menuju Pasar Senggol di Jalan Sultan Hasanuddin, terus melintas didepan Warung Asia dan ke Jalan Lasinrang melewati Pasar Modern Lakessi. Disini kami singgah orasi.

– Konvoi dilanjutkan ke Jalan Lahalede, terus ke Jalan Andi Makkasau dan melintas didepan Kantor Polres Parepare.

– Rombongan konvoi lanjut terus sampai melewati Jembatan Sumpang dan masuk ke Tonrangeng River Side untuk buang sial dan kembali melakukan orasi.

– Setelah itu rombongan konvoi lanjut ke Jalan Jenderal Sudirman untuk menuju ke Kantor DPRD Kota Parepare.

Zainal Azis Mandeng menegaskan bahwa aksi/konvoi ini adalah bagian dari prosesi buang sial.
“Ini dilakukan karena Taufan Pawe kami anggap sebagai kesialan di kota Parepare sehingga harus dibuang,” tegas dia.

Ditempat yang sama, mantan anggota DPRD kota Parepare Gustam yang tergabung dalam peserta aksi mengatakan ada 11 daftar dosa mantan Walikota TP, diantaranya :

1. Raibnya Dana Dinkes 6,3 Miliar.
2. Dana Bencana Alam 8 Miliar dan yang digunakan 3,7M. Sisanya kemana?
3. Mark Up Anggaran pembangunan Masjid Terapung.
4. Penanganan pencegahan banjir tidak jelas.
5. Penugasan Satpol PP di Rumah Pribadi.
6. Pembangunan Gedung Covid Centre 28 Milyar itu mubazir.
7. Menempatkan pejabat pada posisi tertentu tidak sesuai kualifikasi dan kompotensinya.
8. Gaya kepemimpinan yang tidak ramah terhadap bawahaan.
9. Raibnya dana KONI.
10. Penggunaan Dana BOS untuk pelesiran ke Bali.
11. Dana siluman ke Dinas Kominfo sebanyak 8 Miliar tanpa persetujuan DPRD.

Sedangkan tokoh masyarakat Kota Parepare yang lain yang juga ikut dalam konvoi aksi H. A. Rahman Saleh mengatakan : “Saya ikut mengapresiasi gerakan ini dan mungkin ini kali pertama terjadi di suatu daerah, dimana kepala daerahnya justru dilepas dengan suka cita dan riang gembira oleh warganya diakhir masa jabatannya”.

“Aksi ini saya kira sebagai wujud keprihatinan atas kondisi di kota Parepare saat ini yang banyak dililit masalah diera kepemimpinan Taufan Pawe selama 10 tahun terakhir ini,” kata dia.

“Mulai dari berbagai kasus korupsi yang kami duga ada keterlibatan Taufan Pawe, sampai pada persoalan manajemen pemerintahan yang terkesan amatiran (Jauh dari sikap profesionalisme) dan taat azas sebagaimana yang pernah digaungkannya,” ungkap dia.

“Begitu pula dengan pengelolaan dana APBD yang tidak transparan yang menyisakan utang daerah hingga ratusan miliar rupiah,” pungkas dia.(***)

JEJAK TERKAIT

JEJAK TERBARU

JEJAK TRANDING

JANGAN LEWATKAN

All