Sabtu, Juni 22, 2024
spot_img

Dpp LSM Gempa Indonesia Minta Kapolrestabes Makassar Tuntaskan Dugaan Kasus Penipuan Penggelapan 2 Unit Excavator

MAKASSAR | JEJAK KASUS NEWS.ID – Restorative Justice perkara dugaan penipuan penggelapan 2 unit excavator tidak membuahkan hasil, dimana penyidik Polrestabes Makassar sudah mempertemukan antara pelapor Hj.Zuliayati dan terlapor Johan Chandra di ruangan Penyidik Jatanras Polrestabes, pada hari jumat 01/12/2023.

Pelapor Hj.Zuliayati berharap kepada penyidik Polrestabes Makassar untuk dapat menuntaskan kasus ini demi mendapatkan haknya sebagai pemilik 2 unit excavator yang diduga di gelapakan terlapor Johan Chandra.

“Sudah jelas masuk kategori dugaan penggelapan dan penipuan, seharusnya sudah bisa dijadikan tersangka,” tegasnya.

Ketua Umum Dpp Lsm Gempa Indonesia Amiruddin SH Kr Tinggi mengatakan bahwa apa yang dikatakan terlapor sudah jelas berdalih, dimana 2 unit excavator mengakui terlapor bahwa miliknya bahkan mengatakan sudah ada ditangan orang atas dugaan persetujuan terlapor.

“Terlapor sudah berapa kali mempertanyakan kepada pelapor mengenai hak ekcavator, bahkan sudah mengakui 1 unit excavator milik pelapor berdasarkan putusan pengadilan, namun terlapor tidak ada niat untuk menyerahkan kendaraan tersebut, apalagi sangat jelas 2 unit excavator yang di kredit oleh pelapor pada tahun 2012 namun sudah lunas sejak bulan Februari 2014,”ungkapnya.

Lanjut, Amiruddin SH Kr. Tinggi menjelaskan bahwa terkait 2 unit excavator yang dalam pengelolaan dan penguasaan terlapor Johan Chandra sudah ada Laporannya di Polrestabes Makassar sejak tanggal 16 April 2014 dengan Surat tanda bukti laporan Nomor STBL / 1046 / V / 2014 / POLDA SULSEL/ RESTABES MKSR

“Kami minta kepada Kapolrestabes Makassar segera tuntaskan dugaan kasus penipuan penggelapan 2 unit excavator terhadap terlapor Johan Chandra agar ada titik terang, sebab penyidik sudah memberikan SP2H A2 kepada terlapor dan tidak memberikan SP2H A2 kepada pelapor, ini yang menjadi tanda tanya besar bahwa ada apa dengan penyidik Polrestabes Makassar,”ujarnya.

Saat dikonfirmasi pelapor Hj.Zuliayati melalui awak media menuturkan bahwa pada tahun 2012 datang dirumah mempengaruhi suami pelapor untuk mengambil 2 unit excavator untuk di cicil dengan panjar Rp.500 juta dengan jangka waktu cicilan selama 3 tahun dengan pembayaran cicilan 2 unit excavator sebesar Rp.52 juta rupiah perbulan.

“Janji yang menggiurkan terhadap terlapor kepada pelapor bahwa 2 unit excavator termasuk 1unit ekcavator untuk biaya hidup dan 1 unit excavator untuk membayar cicilan, namun terlapor tidak menepatinya sehingga di laporkan pada tanggal 16 April 2014 tapi tidak ada titik terang sehingga dilanjutkan pengaduan pada tanggal 29 Agustus 2023,”tuturnya

Selain itu, Hj.Zuliayati menambahkan bahwa berdasarkan laporan pengaduan tersebut maka pada hari jumat tanggal 1 Desember 2023 dilakukan Restorative Justice dengan mempertemukan kedua belah pihak namun tidak ada kesepakatan sehingga pelapor meminta kepada penyidik Polrestabes Makassar agar menuntaskan persolan tersebut.

“Berdasarkan kronogis kejadian jelas memenuhi unsur penipuan dan Penggelapan sebab terlapor Johan Chandra diketahui sudah mengalihkan 2 unit excavator kepada orang lain tanpa sepengetahuan pelalormilik Hj.Zuliyati sudah mengarah perbuatan terlapor sudah memenuhi unsur penipuan dan penggelapan,”terangnya.

Sampai saat ini pihak terlapor belum ada tanggapan dan jawaban saat di konfirmasi melalui Via Whatshap melalui rekan media(*red)

Lp ; Mgi / Ridwan.

JEJAK TERKAIT

JEJAK TERBARU

JEJAK TRANDING

JANGAN LEWATKAN

All