Selasa, Juni 25, 2024
spot_img

Dosen Pascasarjana ITB Nobel Indonesia-Makassar, DR Surianto: “Kekinian dan Kedisinian Kinerja Terbaik”

Makassar | Jejakkasusnews.id  Salah satu Dosen di Fakultas Pascasarjana ITB Nobel Indonesia-Makassar, DR H Surianto membuat sebuah tulisan ilmiah dengan judul “Kekinian dan Kedisinian Kinerja Terbaik”.

Diapun menggambarkan makna tulisan ilmiahnya dengan mengutip kalimat dari Johan Wolfgang Van Goethe yang pernah mengatakan “One must be something, in order to do something”, yang berarti “Jadi jika kita mau melakukan sesuatu, maka sebelumnya kita harus menjadi sesuatu terlebih dahulu”.

“Untuk bisa menjadi sesuatu, maka mengenal diri sendiri menjadi hal yang mutlak,” kata DR H Surianto dalam memberikan makna dari tulisan yang dibuatnya dengan judul Kekinian dan Kedisinian Kinerja Terbaik itu.

“Gnothi seauton” (bahasa Yunani) “Kenali Dirimu”. Aporisma ini terukir di Kuil Apollo dikawasan gunung Delphi. Aiskhilos seorang penulis Yunani dianggap sebagai orang yang pertama menggunakan aporisma ini, tapi tidak sedikit yang meyakini bahwa ini di populerkan oleh Socrates dan diteruskan oleh Plato,” jelas DR H Surianto.

Sang Dosen inipun kemudian menjelaskan dan menguraikan bahwa saat ini aporisma pengenalan diri dan penerapanan manajemen modern di lingkungan organisasi pemerintah, secara massif dipertontonkan dengan harapan kepercayaan Masyarakat terhadap produk layanan meningkat.

“Evaluasi akhir tahun anggaran dilakukan disemua Kementerian, baik internal mereka, maupun lintas Kementerian. Hasilnya cukup memberikan gambaran bahwa ada kesungguhan pemerintah dalam memberikan layanan kepada Masyarakat, baik itu layanan sipil (Sipil services) maupun layanan public (Public layanan services)”.

“Sebagai sampel, kita bisa lihat kinerja anggaran pada Kantor Kanwil Hukum dan HAM Sulawesi Selatan yang dinobatkan sebagai terbaik pertam tahun 2023 secara nasional,” kata DR H Surianto.

“Secara garis besar, saya bisa melihat sedikitnya tiga variable yang mempengaruhi keberhasilan beberapa instansi pemerintah dalam pengukuran kinerja akhir tahun. Yang pertama adalah variable instruksional yang jelas, selanjutnya variable tim kerja yang tepat dan variable partisipasi pegawai yang Ikhlas,” ujar DR H Surianto.

Diapun kemudian menjelaskan mengapa tiga variable tersebut mampu mempengaruhi capaian kinerja tahun anggaran 2023?.

DR Surianto membeberkan bahwa secara sederhana, makna tulisan ilmiah ini dapat dilihat sebagai berikut :

1. Variabel Instruksional yang jelas.
Semua tindakan manejerial, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelakasanaan, hingga control/evaluasi, jika tidak disertai intruksional yang jelas dan runtun, maka bisa menimbulkan ketidaksesuaian dalam Man, Method, Machine, Money dan Market. Secara sederhana dapat penulis rumuskan POAC 5M.

2. Variable Tim Kerja yang tepat.
Pemilihan penempatan dan pembagian tugas pada setiap segmen baik waktu maupun anggaran, akan sangat mempengaruhi goals yang telah di tetapkan.
Tim kerja yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan anggaran dan lies kerja yang tepat, akan menelurkan kinerja yang maksimal.

3. Variable partisipasi pegawai yang ikhlas.

Dari semua variable diatas, maka variable ke-3 inilah yang DR Surianto asumsikan sebagai dominan issu.

Hal tersebut didasarkan DR H Surianto pada jam kerja wajib bagi setiap ASN.

“Partisipasi pegawai yang Ikhlas mewakili lintasan lini masa dan jam kerja. Maka tidak sedikit pelaksanaan kegiatan layanan kepada masyarakat yang menuntut waktu pelayanan melampaui jam kerja wajib seorang ASN,” jelas DR H Surianto.

Diapun menambahkan bahwa dengan instruksioanl yang jelas dan tim kerja yang tepat, tidak akan berarti banyak ketika partisipasi pegawai tidak Ikhlas.

“Keihlasan pegawai terlihat dari penyelesaian pekerjaan yang melampaui batas waktu jam kerja, tapi tetap dikerjakan guna mencapai target layanan,” kata DR H Surianto.

Itulah garis besar dan makna dari variable partisipasi pegawai yang keihlasan menjadi variable dominan.

“Memang tidak bisa dipungkiri juga jika variable instruksional yang jelas juga sangat menentukan kinerja sebuah organisasi. Sebab pimpinanlah yang memanage semua potensi issu kemudian menetapkan prioritas,” kata DR H Surianto.

“Pucuk pimpinan yang menyadari dan memahami konsep kekinian dan kedisinianlah yang dapat secara tepat memberikan instruksi dan memilih tim kerja,” jelas DR H Surianto.

Mengakhiri tulisan ilmiah ini, DR Surianto mengatakan dengan pemahaman kekinian akan mengantarkan seorang pemimpin/pimpinan merancang dan memitigasi potensial resiko, serta memprediksi varian solusi atas potensi problem yang akan muncul.

“Demikian juga pemahaman akan kedisinian, menjadi sangat penting karena seluruh potensi baik itu dukungan maupun halangan, akan berada dan bersumber dimana kita berada,” ungkap DR H Surianto.

“Kesmipulannya, secara sederhana dapat saya maknakan akan kedisinian itu, sebagai kearifan local,” pungkas DR H Surianto.

Lp ; ISK ( P R M G I )

JEJAK TERKAIT

JEJAK TERBARU

JEJAK TRANDING

JANGAN LEWATKAN

All