Minggu, Juli 14, 2024
spot_img

Di Hari Pendidikan, Unhas Mematikan Masa Depan Pendidikan Mahasiswa Wija To Luwu

JKN.idMakassar. Setiap tanggal 2 Mei, seluruh rakyat Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Meski hari ini bukanlah hari libur nasional, tetapi banyak orang yang memperingati Hardiknas.

Hari Pendidikan Nasional adalah hari yang ditetapkan pemerintah Indonesia untuk memperingati salah satu pahlawan nasional, Ki Hajar Dewantara.

Ki Hajar Dewantara ialah tokoh pelopor pendidikan di Indonesia sekaligus pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa.

Dirinya pun menjunjung tinggi filosofi pendidikan di Indonesia yakni, Tut Wuri Handayani atau di belakang memberi dorongan.

Filosofi tersebut kemudian digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia.

Di sisi lain Universitas Hasanuddin sebagai lembaga Perguruan Tinggi Negeri yang memberikan ruang seluas-luasnya untuk jaminan kehidupan pendidikan bahkan tidak menjalankan amanat filosofis dari Pahwlawan kita Ki Hajar Dewantara.

Surat Putusan Rektor Nomor 03746/UN4.1/KEP/2024
TENTANG PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT SEBAGAI MAHASISWA UNIVERSITAS HASANUDDIN A.N. MADE DWI WIRATAMA dkk, merupakan kesewenang-wenangan UNHAS dalam mengambil dan membuat kebijakan.

Surat keputusan tersebut merupakan wujud otoriter Universitas Hasanuddin untuk mengeluarkan mahasiswa Wija To Luwu Unhas secara terpaksa tanpa adanya pemanggilan atau mekanisme Komdis berlaku.

Tentu dengan kebijakan yang sewenang-wenang tersebut membuat semua Mahasiswa yang terkena merasa dirugikan dan menganggap masalah ini UNHAS tidak mengindahkan mekanisme yang berlaku.

“Yang kami sayangkan juga sama pihak rektorat ini waktu menghadap, katanya mau adakan rapat komdis sebelum mengeluarkan SK, tapi sampai keluar SK tidak pernah ada panggilan untuk rapat komdis,” ungkap mahasiswa yang berasal dari Luwu tersebut.

Disisi lain permasalahannya adalah surat tersebut diterbitkan di tanggal 01 April, tetapi mengapa Universitas Hasanuddin baru mengumumkan kasus tersebut di tanggal 2 Mei bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.

Tentu dengan permasalahan tersebut kita bisa menilai bahwa Universitas Hasanuddin perlu di evaluasi dari segi penanganan kasus yang tentunya harus melalui mekanisme yang berlaku dan tidak sewenang-wenang dalam mengambil keputusan.(**)

*(Wawan Copel)

JEJAK TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

JEJAK TERBARU

JEJAK TRANDING

JANGAN LEWATKAN

All