MAKASSAR | JejakKasusNews.Id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar mengadakan kegiatan pembinaan Pramuka bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Bertempat di Aula Lapas Makassar, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, disiplin, dan memberikan bekal kecakapan hidup, Kamis (7/8).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Bimkemas, Firstra Sadewa, yang didampingi oleh Staf Bimkemas serta Regu Pengamanan. Dalam sambutannya, Firstra mengungkapkan pentingnya kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta memberikan bekal disiplin dan taat hukum kepada WBP.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap WBP tidak hanya memahami pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan mereka, tetapi juga menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi serta cinta tanah air. Ini adalah salah satu bentuk pembinaan yang kami berikan untuk membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan,” ujar Firstra Sadewa.
Sebagai Instruktur Pramuka, hadir tiga Pembina Penggerak dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Makassar yang berperan dalam memberikan pelatihan dan pembekalan kepada para peserta. Para Instruktur menyampaikan materi tentang berbagai keterampilan dan nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan Pramuka, seperti kerjasama, kepemimpinan, dan kedisiplinan.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membentuk karakter yang kuat serta meningkatkan kecakapan hidup yang dapat bermanfaat bagi WBP setelah menjalani masa hukuman. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kebangsaan dan tanggung jawab sosial di kalangan WBP, sebagai bagian dari proses reintegrasi mereka ke masyarakat.
“Kami percaya bahwa setiap WBP memiliki kesempatan untuk berubah dan berkembang. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan mereka bekal yang bisa dijadikan modal untuk kehidupan yang lebih baik dan lebih produktif setelah mereka kembali ke masyarakat,” tambah Firstra.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi WBP, khususnya dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab dan disiplin yang lebih tinggi dalam kehidupan mereka, serta menjadi bekal yang berguna untuk kehidupan setelah menjalani masa pembinaan di Lapas Makassar.(Hms)