Selasa, Juni 25, 2024
spot_img

2 Oknum Rutan di Makassar Diduga Terima Suap Miliaran, Hingga Lesmaria E Gulton Bebas

MAKASSAR / JEJAK KASUS NEWS.ID – Permainan kotor oknum Rutan Kelas I Makassar terbongkar terkait napi yang belum selesai menjalani masa hukuman telah dilepas.

Napi tersebut bernama Lesmaria Ertauli Gultom binti Joshua Gultom yang terjerat dalam kasus penggelapan dan di jatuhi vonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Makassar selama 4 tahun 6 bulan kurungan penjara dengan nomor putusan 405 K/PID/2018 Mahkamah Agung tanggal 23 Mei 2018 dan pada tanggal 25 Oktober 2017 telah resmi ditahan di Rutan Kelas I Makassar oleh Kejati Sulsel.

Oknum tersebut berinisial (R) selaku Kasi Pelayanan Tahanan, dan (F) selaku Kasubsi Administrasi Perawatan keduanya menjabat pada tahun 2017.

Dari informasi yang didapatkan awak media Maria E Gulton hanya menjalani hukuman selama 5 bulan pada saat itu

“Hanya 5 bulan menjalani hukuman kalau tidak percaya kamu ke Kanwil Kemenkumham kemudian pertanyakan terkait itu terus kalau orang disana tidak percaya suruh cek ke Sistem Daftar Permasyarakatan (SDP) pasti muncul” tegasnya

Menurut informasi (R) dan (F) diduga disuap miliaran oleh Maria E Gulton dengan rincian, inisial (R) terima sebanyak Rp 800 juta Kemudian Inisial (F) mendapat 1 Unit Mobil dan uang ratusan Juta sehingga aksinya dia lancarkan.

Diketahui Lesmaria Ertauli Gultom binti Joshua Gultom dalam DAKWAAN PERTAMA: Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 376 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, ATAU DAKWAAN KEDUA: Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidors dalam Pasal 264 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ko-1 KUHP: ATAU DAKWAAN KETIGA: Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 268 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ko-KUHP Mahkamah Agung tersebut Membaca Tuntutan Pidana Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan tanggal 9 Oktober 2017.

Patut diketahui (R) saat ini telah menjabat sebagai Bendahara di Kanwil Kemenkumham Sulsel, sementara (F) saat ini menjabat sebagai Kepala Pengamanan di Lapas Takalar.

Dikonfirmasi kepada (F) melalui via pesan singkat aplikasi Whatsaap dirinya membantah hal tersebut dengan dalih semua napi dikeluarkan sesuai dengan SOP.

“Silahkan di cek saja lansung ke rutan, karna semua yang dikeluarkan suadah sesuai prosedur” singkatnya Rabu (31/05/2023)

Sementara (R) yang dikonfirmasi juga kepada awak media namun tidak merespon hingga berita ini di tayangkan(red)

Lp ; (Ss)

JEJAK TERKAIT

JEJAK TERBARU

JEJAK TRANDING

JANGAN LEWATKAN

All